Kabar membanggakan datang dari negeri jiran Malaysia. Dua siswi madrasah asal Kabupaten Solok berhasil mengharumkan nama Indonesia setelah meraih medali emas dan medali perunggu pada ajang Southeast Asia Olympiade Championship & Cultural Heritage Workshop 2026.
Solok, BaNagari.id | Kompetisi tersebut berlangsung di Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Terengganu, Malaysia, pada 17–20 Agustus 2026 dan diikuti peserta dari sejumlah daerah di Indonesia serta negara-negara di kawasan Asia Tenggara.
Dua siswi yang membawa nama Kabupaten Solok tersebut adalah Fariishta Hanna Diza, siswi kelas IX MTsN 6 Solok, dan Raisa Riza Aprilia. Fariishta Hanna Diza berhasil meraih Gold Medal atau medali emas pada bidang Matematika. Sementara Raisa Riza Aprilia berhasil meraih medali perunggu melalui cabang Story Telling Bahasa Inggris.
Capaian tersebut menjadi kado istimewa bagi dunia pendidikan Kabupaten Solok bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok Dr. H. Dedi Wandra yang turut mendampingi para siswa di Malaysia menyampaikan apresiasi atas prestasi tersebut.
“Alhamdulillah dua siswi terbaik Kabupaten Solok persembahkan medali dari Terengganu, kado terindah dari madrasah di hari ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di bulan Agustus 2026 ini,” ujar Dedi.
Bukti Madrasah Kabupaten Solok Mampu Berprestasi di Level Internasional
Dedi menyebut prestasi dua siswi tersebut menjadi salah satu bukti bahwa madrasah di Kabupaten Solok mampu membawa peserta didik tampil hingga ke tingkat internasional.
Menurutnya, pencapaian tersebut sejalan dengan semangat madrasah maju dan mendunia, dengan memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik.
“Terima kasih bapak ibu pendidik yang telah mengasah bakat siswa kita hingga menjadi prestasi internasional, sebuah pencapaian luar biasa untuk madrasah dan Kabupaten Solok,” ujarnya.
Ia menilai keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi madrasah dan keluarga siswa, tetapi juga menjadi bagian dari capaian pendidikan Kabupaten Solok di tingkat internasional.
Implementasikan Asta Protas Kemenag Berdampak
Dedi menjelaskan, pencapaian tersebut juga tidak terlepas dari implementasi Asta Protas Kemenag Berdampak di lingkungan madrasah.
Menurutnya, pendidikan unggul tidak hanya diukur dari penerapan kurikulum dan tercapainya tujuan pembelajaran, tetapi juga dari kemampuan lembaga pendidikan dalam menemukan serta mengembangkan potensi setiap peserta didik.
“Unggul tidak hanya menerapkan kurikulum dan tercapainya tujuan pembelajaran, tetapi juga mengasah potensi-potensi peserta didik menjadi prestasi,” jelasnya.
Sementara aspek ramah, lanjut Dedi, berarti madrasah memberikan ruang bagi setiap bakat peserta didik untuk tumbuh dan berkembang.
Dengan demikian, potensi, prestasi dan lingkungan pendidikan dapat berkembang secara terintegrasi sehingga melahirkan generasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Kemenag Kabupaten Solok Bangun Kerja Sama Pendidikan dengan Malaysia
Kunjungan rombongan Kabupaten Solok ke Malaysia juga tidak hanya berorientasi pada kompetisi.Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Solok juga menandatangani MoU dengan Jabatan Pendidikan Tinggi Terengganu terkait partisipasi siswa dalam pengembangan berbagai platform pembelajaran.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung kemajuan pendidikan antara Kabupaten Solok dan Terengganu, Malaysia.
Selain bidang pendidikan, kerja sama juga mencakup pertukaran budaya dan informasi pariwisata masing-masing daerah melalui peran siswa dan lembaga pendidikan dari kedua negara.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka ruang yang lebih luas bagi siswa madrasah Kabupaten Solok untuk mengenal lingkungan pendidikan internasional sekaligus memperkenalkan potensi budaya dan pariwisata daerah.
Pelajar Solok Tampil di Pentas Asia Tenggara
Para siswa Kabupaten Solok yang mengikuti ajang di Malaysia didampingi kepala madrasah masing-masing, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Solok Dr. H. Dedi Wandra, serta Kepala Seksi Pendidikan Madrasah.
Keberhasilan Fariishta dan Raisa menjadi catatan positif bagi dunia pendidikan Kabupaten Solok. Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa siswa madrasah dari daerah mampu bersaing dan membawa nama Indonesia di panggung internasional.
Bagi Kabupaten Solok, dua medali dari Malaysia tersebut bukan sekadar penghargaan kompetisi, tetapi juga menjadi representasi potensi generasi muda daerah yang terus berkembang dan siap bersaing di tingkat global. (Jo)




