23.3 C
Solok
Tuesday, September 22, 2026

DPRD Kabupaten Solok Resmi Bentuk Pansus Optimalisasi PAD, Hafni Hafiz Soroti Kebocoran dan Digitalisasi

DPRD Kabupaten Solok resmi membentuk Panitia Khusus (Pansus) Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pembentukan tersebut ditetapkan melalui Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Solok di Arosuka, Senin (21/09/2026).

Arosuka, BaNagari.id | Rapat paripurna mengagendakan penyampaian usulan pembentukan Pansus Optimalisasi PAD sekaligus persetujuan dan penetapan Pansus. Sebelumnya, delapan fraksi DPRD Kabupaten Solok telah menyatakan persetujuan terhadap pembentukan Pansus Optimalisasi PAD pada 11 September 2026. Kesepakatan tersebut kemudian ditindaklanjuti Badan Musyawarah (Bamus) DPRD melalui penetapan jadwal pembahasan dalam rapat paripurna.

Usulan pembentukan Pansus disampaikan juru bicara Hafni Hafiz, A.Md., yang juga Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Solok. Dalam penyampaiannya, Hafni memaparkan latar belakang, dasar hukum, maksud dan tujuan, ruang lingkup, target hasil, langkah kerja serta rekomendasi yang diharapkan dari pembentukan Pansus.

Pembentukan Pansus tersebut juga memperhatikan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD, khususnya Pasal 64 ayat (1) dan ayat (2), sebagaimana menjadi salah satu landasan pembentukan panitia khusus.

DPRD Kabupaten Solok membentuk Pansus Optimalisasi PAD pada rapat paripurna
Hafni Hafiz, A.Md., Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Solok

Hafni Soroti Potensi PAD dan Sistem Manual
Hafni Hafiz menyampaikan bahwa PAD merupakan salah satu sektor penting yang perlu terus dioptimalkan untuk mendukung pembangunan Kabupaten Solok.

Menurutnya, potensi PAD yang ada masih perlu digali dan dikelola secara maksimal. Upaya tersebut, kata dia, tidak cukup hanya mengandalkan kerja keras, tetapi juga membutuhkan strategi yang kuat, inovatif dan sistem pengelolaan yang terukur.

Hafni juga menyoroti adanya indikasi kebocoran pendapatan daerah yang menurutnya perlu ditelusuri dan ditangani secara serius. Selain itu, sistem pengelolaan pendapatan yang masih dilakukan secara manual dinilai perlu diarahkan menuju digitalisasi. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat proses pemungutan, pengawasan dan pelaporan pendapatan agar lebih transparan dan akuntabel.

“Alhamdulillah, seluruh fraksi yang ada di DPRD sepakat untuk mengajukan pembentukan Pansus Optimalisasi PAD ini, dan hari ini sudah diakomodir dalam rapat paripurna,” ungkap Hafni dalam penyampaian usulannya.

Pajak hingga BUMD Masuk Ruang Lingkup Pansus
Hafni menjelaskan, ruang lingkup pembahasan Pansus Optimalisasi PAD mencakup sejumlah sektor strategis. Di antaranya pajak daerah, retribusi daerah, pengelolaan aset daerah, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta sumber-sumber pendapatan asli daerah lainnya yang sah.

Melalui Pansus tersebut, DPRD Kabupaten Solok mendorong pemerintah daerah dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar lebih kreatif dan inovatif dalam membangun sistem pengelolaan pendapatan.

Peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) juga menjadi bagian yang didorong dalam upaya optimalisasi PAD. Pansus diharapkan dapat melakukan pembahasan secara mendalam, penelusuran potensi pendapatan, uji petik sesuai kebutuhan serta menyusun rekomendasi konkret yang dapat ditindaklanjuti pemerintah daerah.

Hafni menyampaikan keyakinannya bahwa pembentukan Pansus melalui forum resmi DPRD dapat membuat upaya optimalisasi PAD berjalan lebih terarah. Namun, ia mengingatkan agar pembahasan dan rekomendasi yang dihasilkan tetap mengedepankan asas keadilan serta tidak memberatkan masyarakat kecil.

“Dengan terbentuknya Pansus ini, kita dorong pemerintah daerah dan OPD untuk lebih kreatif dan inovatif dalam membangun sistem serta meningkatkan SDM dalam melakukan optimalisasi PAD,” ujarnya.

Tiga Pansus Dibentuk
Dalam rapat tersebut, ditetapkan tiga kelompok Pansus Optimalisasi PAD dengan susunan pimpinan sebagai berikut:

Pansus I

  • Ketua: Hafni Hafiz, A.Md.
  • Wakil Ketua: Drh. Basrizal

Pansus II

  • Ketua: Iskanofis, S.P.
  • Wakil Ketua: Nelson

Pansus III

  • Ketua: Ferisnovel, S.I.P., M.Si.
  • Wakil Ketua: Efdizal, S.H., M.H.

Pimpinan DPRD menjadi pimpinan Pansus, sementara anggota DPRD lainnya menjadi anggota Pansus sesuai pembagian yang telah ditetapkan.

Dengan terbentuknya Pansus Optimalisasi PAD, DPRD Kabupaten Solok akan melakukan pembahasan dan pengawasan secara lebih terfokus, khususnya dalam menggali potensi pendapatan daerah, memperkuat tata kelola serta mendorong peningkatan PAD.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya DPRD bersama pemerintah daerah untuk memperkuat kemandirian fiskal Kabupaten Solok melalui pengelolaan sumber-sumber pendapatan daerah yang transparan, akuntabel dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. (Jo)

Catatan Redaksi

Artikel ini disusun berdasarkan informasi, data, dokumen, dan/atau keterangan dari sumber yang tersedia saat berita diterbitkan. BaNagari.id berkomitmen menyajikan informasi secara akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pembaca atau pihak terkait dapat menggunakan hak jawab dan hak koreksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hot this week

Galodo Terjang Kompleks Kantor Bupati Solok, Akses Jalan Putus Total dan Empat Warga Terluka

Galodo dan banjir bandang menerjang Arosuka, Kab. Solok (21/9). Jalan Padang-Solok putus total, 3 gedung rusak, dan 4 warga terluka akibat terseret material.

Bundo Kanduang Supayang Diperkuat, Perempuan Jadi Benteng Adat dan Generasi Muda

Sosialisasi peningkatan peran Bundo Kanduang digelar di Nagari Supayang, Kabupaten Solok, memperkuat adat, budaya dan ketahanan generasi muda.

APBD Kabupaten Solok 2027 Direncanakan Rp1,178 Triliun

DPRD Kabupaten Solok menggelar paripurna Nota Penjelasan Ranperda APBD 2027. Pendapatan dan belanja daerah direncanakan Rp1,178 triliun.

Roni Akhyar Sutan Batuah Pimpin IPNT 2026-2029, Wabup Candra Dorong Pemuda Mengabdi untuk Nagari

Roni Akhyar Sutan Batuah resmi memimpin IPNT periode 2026-2029. Wabup Solok H. Candra mendorong pemuda Talang mengembangkan kreativitas dan usaha produktif.

52 Sasaran Silek Tradisi Tercatat di Kabupaten Solok, Warisan Budaya yang Masih Hidup di Nagari

Kabupaten Solok memiliki sedikitnya 52 sasaran silek tradisi yang tersebar di berbagai nagari, lengkap dengan aliran, guru tuo dan falsafah masing-masing.

Topics

Galodo Terjang Kompleks Kantor Bupati Solok, Akses Jalan Putus Total dan Empat Warga Terluka

Galodo dan banjir bandang menerjang Arosuka, Kab. Solok (21/9). Jalan Padang-Solok putus total, 3 gedung rusak, dan 4 warga terluka akibat terseret material.

Bundo Kanduang Supayang Diperkuat, Perempuan Jadi Benteng Adat dan Generasi Muda

Sosialisasi peningkatan peran Bundo Kanduang digelar di Nagari Supayang, Kabupaten Solok, memperkuat adat, budaya dan ketahanan generasi muda.

APBD Kabupaten Solok 2027 Direncanakan Rp1,178 Triliun

DPRD Kabupaten Solok menggelar paripurna Nota Penjelasan Ranperda APBD 2027. Pendapatan dan belanja daerah direncanakan Rp1,178 triliun.

Roni Akhyar Sutan Batuah Pimpin IPNT 2026-2029, Wabup Candra Dorong Pemuda Mengabdi untuk Nagari

Roni Akhyar Sutan Batuah resmi memimpin IPNT periode 2026-2029. Wabup Solok H. Candra mendorong pemuda Talang mengembangkan kreativitas dan usaha produktif.

52 Sasaran Silek Tradisi Tercatat di Kabupaten Solok, Warisan Budaya yang Masih Hidup di Nagari

Kabupaten Solok memiliki sedikitnya 52 sasaran silek tradisi yang tersebar di berbagai nagari, lengkap dengan aliran, guru tuo dan falsafah masing-masing.

Kebun Durian Taruko Siap Jadi Destinasi Wisata Agro Terbaru di Kabupaten Solok

Kebun Durian Taruko di Nagari Sirukam, Kabupaten Solok, mulai dikembangkan sebagai destinasi wisata agro dengan ratusan pohon durian premium.

Tiga Bulan Digembleng, 31 Pocil Polres Solok Siap Bawa Nama Solok di Lomba se-Sumbar

Sebanyak 31 Polisi Cilik binaan Satlantas Polres Solok siap tampil dalam lomba Polisi Cilik se-Sumatera Barat pada 16 September 2026.

Berdiri Sejak 1872, Rumah Kelahiran Aman Datuk Majoindo di Solok Kini Terancam Lapuk

Rumah gadang berarsitektur Labuah Gajah di Nagari Supayang, Kabupaten Solok, yang disebut sebagai tempat kelahiran sastrawan Aman Datuk Majoindo kini kondisinya memprihatinkan dan membutuhkan perhatian untuk penyelamatan.
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img

Share with