Pemerintah Kabupaten Solok mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Festival 5 Danau (F5D) Tahun 2026 dengan menggelar rapat koordinasi bersama berbagai unsur pemangku kepentingan di kawasan Danau Singkarak.
Arosuka, BaNagari.id | Rapat dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 24 Juli 2026, pukul 14.00 WIB di Ruang Rapat Kantor Camat X Koto Singkarak, sebagai langkah awal memperkuat sinergi menjelang pelaksanaan Festival 5 Danau yang akan digelar pada 17 hingga 19 September 2026.
Festival 5 Danau Tahun 2026 sendiri telah ditetapkan sebagai salah satu agenda dalam Karisma Event Nusantara (KEN), program unggulan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yang bertujuan mendorong promosi destinasi wisata dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam surat undangan yang diterbitkan Sekretariat Daerah Kabupaten Solok tertanggal 23 Juli 2026, Pemerintah Kabupaten Solok mengharapkan dukungan, sinergi, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar penyelenggaraan festival dapat berjalan lancar dan sukses.

Adapun agenda rapat meliputi:
- Paparan pelaksanaan Festival 5 Danau Tahun 2026.
- Koordinasi kesiapan penyelenggaraan Festival 5 Danau di kawasan Danau Singkarak.
- Pembahasan dukungan, peran, serta komitmen seluruh pemangku kepentingan.
- Pembahasan berbagai hal lain yang dianggap perlu guna mendukung suksesnya pelaksanaan festival.
Pemerintah Kabupaten Solok juga menegaskan pentingnya kehadiran seluruh pihak yang diundang mengingat kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam menyukseskan salah satu agenda pariwisata nasional di Sumatera Barat.
Rapat koordinasi ini akan diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari Camat X Koto Singkarak dan Camat Junjung Sirih, para Wali Nagari, Kerapatan Adat Nagari (KAN), Bundo Kanduang, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), hingga para pelaku ekonomi kreatif dari kedua kecamatan yang berada di kawasan Danau Singkarak.
Festival 5 Danau diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi potensi wisata Kabupaten Solok, tetapi juga mampu menggerakkan sektor ekonomi kreatif, UMKM, budaya, dan pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi seluruh elemen daerah. (Red)


