Pemerintah memperluas program revitalisasi satuan pendidikan di Sumatera Barat pada 2026. Jumlah sekolah dan satuan pendidikan yang menerima bantuan meningkat signifikan menjadi 920 satuan pendidikan, dibandingkan 337 penerima pada 2025.
Padang, BaNagari.id | Perluasan program tersebut juga diikuti peningkatan anggaran. Total dana yang dialokasikan untuk revitalisasi satuan pendidikan di Sumatera Barat pada 2026 mencapai Rp617,24 miliar, meningkat sekitar 106 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp300,07 miliar.
Data tersebut menunjukkan skala intervensi pemerintah terhadap peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di Sumatera Barat semakin besar.
Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy menyambut baik perluasan program tersebut. Menurutnya, peningkatan jumlah satuan pendidikan penerima bantuan harus diarahkan untuk memastikan semakin banyak peserta didik mendapatkan lingkungan belajar yang aman dan layak.
“Semakin banyak sekolah yang mendapatkan perhatian, semakin banyak juga anak-anak kita yang bisa belajar di lingkungan yang lebih layak, aman, dan nyaman,” kata Vasko di Padang, Senin (10/8/2026).
SD Jadi Penerima Terbanyak
Berdasarkan data program revitalisasi 2026, jenjang Sekolah Dasar (SD) menjadi penerima bantuan terbanyak, yakni 443 satuan pendidikan dengan nilai sekitar Rp245,73 miliar.
Berikutnya, jenjang SMP mencakup 142 satuan pendidikan dengan nilai bantuan sekitar Rp172,44 miliar.
Sementara itu, program revitalisasi juga menyasar 271 satuan PAUD dengan nilai sekitar Rp110,17 miliar, serta 64 satuan pendidikan SMA/sederajat dengan nilai sekitar Rp88,89 miliar.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, lonjakan jumlah penerima paling mencolok terjadi pada jenjang PAUD.
Jumlah penerima PAUD pada 2026 meningkat sekitar 774 persen dibandingkan 2025. Sementara penerima SD meningkat sekitar 228 persen, dan SMP meningkat sekitar 53 persen.
Tak Sekadar Bangun Gedung Baru
Program revitalisasi satuan pendidikan tidak hanya diarahkan pada pembangunan gedung baru.
Intervensi juga mencakup berbagai kebutuhan sarana dan prasarana sekolah, antara lain perbaikan ruang kelas, atap, plafon, lantai, sanitasi, toilet, pengecatan hingga penataan lingkungan sekolah.
Dengan cakupan tersebut, revitalisasi diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan belajar sekaligus memberikan fasilitas pendidikan yang lebih aman dan nyaman bagi peserta didik.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyatakan akan ikut mengawal pelaksanaan program agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan sekolah di lapangan.
Pengawasan tersebut dinilai penting mengingat kualitas lingkungan belajar menjadi salah satu bagian penting dalam memperkuat fondasi pendidikan, khususnya sejak anak berada pada jenjang pendidikan usia dini.
Dengan meningkatnya jumlah penerima dan besarnya anggaran pada 2026, program revitalisasi pendidikan di Sumatera Barat menjadi salah satu intervensi pemerintah yang memiliki cakupan cukup besar terhadap perbaikan sarana pendidikan di daerah. (Jo)




