DPRD Kabupaten Solok melaksanakan rangkaian kegiatan dalam rangka menindaklanjuti pedoman peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, Jumat (14/8/2026).
Arosuka, BaNagari.id | Kegiatan tersebut mengacu pada Surat Edaran Menteri Sekretaris Negara Republik Indonesia Nomor B-13/M/S/TU.00.03/08/2026 tertanggal 11 Agustus 2026 tentang Pedoman Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.
Rangkaian kegiatan diikuti pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Solok bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Pemerintah Kabupaten Solok serta sejumlah undangan lainnya.
Salah satu agenda utama yakni mengikuti dan menyaksikan secara langsung pidato Presiden Republik Indonesia dalam rangkaian agenda kenegaraan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Pada pukul 08.30 WIB, pimpinan DPRD Kabupaten Solok bersama Forkopimda dan peserta lainnya mengikuti Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI Tahun 2026 yang di dalamnya turut disampaikan pidato Presiden Republik Indonesia.
Kemudian pada pukul 14.30 WIB, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan menyimak pidato Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam rangka penyampaian Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya.
Pimpinan DPRD Kabupaten Solok bersama Forkopimda dan seluruh peserta tampak antusias mengikuti penyampaian pidato tersebut.
Bagi pemerintah daerah dan DPRD, penyampaian Presiden terkait arah kebijakan nasional, prioritas pembangunan serta kebijakan fiskal melalui APBN 2027 menjadi salah satu bahan penting dalam menyelaraskan kebijakan pembangunan daerah.

Jadi Acuan Pembangunan Kabupaten Solok
Ketua DPRD Kabupaten Solok, Ivoni Munir, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh undangan yang telah hadir serta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“Terima kasih kepada seluruh undangan yang telah menghadiri rangkaian kegiatan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada hari ini. Dengan mendengarkan langsung pidato Presiden Republik Indonesia, kita di daerah dapat mengetahui secara utuh perkembangan, arah kebijakan dan program nasional yang akan menjadi acuan kita dalam melangkah, khususnya menghadapi tahun 2027,” ujar Ivoni Munir.
Menurut Ivoni, penyampaian Keterangan Pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya memiliki arti penting bagi pemerintah daerah dan DPRD.
Pasalnya, arah kebijakan fiskal nasional dan prioritas pembangunan pemerintah pusat nantinya akan menjadi salah satu pertimbangan dalam menyusun serta menyelaraskan program pembangunan di daerah.
“Ini penting bagi kita di daerah, sehingga program-program pembangunan Kabupaten Solok ke depan dapat terus diselaraskan dengan arah kebijakan pemerintah pusat,” katanya.
Ivoni juga berharap momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.
Menurutnya, semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui peningkatan sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat dalam menjalankan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Perkuat Sinergi Menuju 2027
Rangkaian kegiatan tersebut turut menjadi momentum bagi seluruh unsur pemerintahan Kabupaten Solok untuk memahami arah kebijakan nasional yang disampaikan Presiden, sekaligus memperkuat koordinasi dalam menghadapi pelaksanaan pembangunan dan penganggaran daerah tahun 2027.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Solok, para Wakil Ketua DPRD, Bupati Solok yang diwakili, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Sekretaris DPRD, para Asisten, Staf Ahli Bupati, pimpinan OPD, BUMD, BUMN, para Camat serta undangan lainnya.
Dengan mengikuti langsung agenda kenegaraan dan pidato Presiden, DPRD Kabupaten Solok bersama pemerintah daerah diharapkan dapat semakin memahami arah pembangunan nasional dan menerjemahkannya ke dalam kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kabupaten Solok.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun diharapkan menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga tentang memperkuat kerja bersama untuk menghadirkan pembangunan yang berdampak bagi masyarakat. (Jo)




