Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji menilai tingginya biaya politik dalam sistem pemilihan kepala daerah merupakan salah satu akar persoalan yang memicu maraknya kasus korupsi dan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah.
Jakarta, BaNagari.id | Pernyataan Sekjen Partai Golkar tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas usulan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang mendorong partai politik memperkuat kaderisasi dan sekolah partai guna meningkatkan integritas calon kepala daerah.
Menurut Sarmuji, berbagai imbauan, pembekalan, dan instruksi yang selama ini diberikan partai kepada para kader belum cukup efektif apabila penyebab utama, yakni mahalnya biaya politik, tidak dibenahi.
Ia mengatakan solusi terhadap persoalan korupsi harus dimulai dari diagnosis yang tepat agar kebijakan yang diambil benar-benar mampu mencegah terulangnya kasus serupa.
Karena itu, Golkar mendorong agar pembahasan RUU Pilkada turut mengakomodasi pengaturan yang dapat menekan tingginya biaya politik dalam kontestasi pemilihan kepala daerah.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengusulkan agar partai politik memperkuat proses kaderisasi melalui sekolah partai sebelum mengusung calon kepala daerah. Menurut Tito, langkah tersebut penting untuk membangun integritas, kapasitas, dan kualitas kepemimpinan para calon kepala daerah.
Pandangan yang berkembang menunjukkan bahwa upaya pencegahan korupsi di tingkat daerah memerlukan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari penguatan integritas kader hingga pembenahan sistem politik dan tata kelola pemilihan kepala daerah. (Joni O)


